Coba bayangkan bila, Kamu adalah seorang laki-laki berusia 26 tahun, dan Kamu diberitahu bahwa Kamu terserang kanker. Bukan kanker yang jinak, tapi kanker yang dimulai dari testis, menyebar ke perut, kemudian ke paru-paru, dan akhirnya ke otak.

Lalu bayangkan, kemungkinan hidup Kamu kurang dari 20% (ini adalah penilaian yang optimis!), dan Kamu harus menjalani berbulan-bulan kemoterapi dan radioterapi, selain itu, Kamu harus menjalani operasi otak untuk mengeluarkan tumor ganas.

Bayangakan juga, Kamu diminta untuk dalam waktu kurang dari 2 tahun, untuk mengikuti 20 perlombaan terus-menerus selama 24 hari. Bukan hanya itu, Kamu diminta untuk memenangkan semua perlombaan itu!

Mungkin pemikiran pertama kita adalah “Ga mungkin lahhh…Mending gw istirahat hemat-hemat tenaga, intensif pergi ke dokter atawa ke alternatif…”

Tapi kenyataannya, seseorang mengidap semua kanker itu dan seseorang meminta orang tersebut mengikuti semua perlombaan itu. Orang yang mengidap kanker tersebut adalah Lance Amstrong; orang yang memintanya bertanding dan menang adalah dirinya sendiri! Dan dia berhasil!

Lance Amstrong 6 kali berturut-turut memenangi loma sepeda Tour de France dimana setiap atlet berlomba selama 20 hari dan harus menempuh jarak lebih dari 200km. Beberapa hari mereka bertanding di jalan datar, beberapa hari mendaki gunung-gunung curam di pegunungan
Alpen dan Pyreness. Kadang-kadang perlombaannya dibatasi waktu. Dalam setiap tipe lomba, biasanya ada sekelompok atlet spesialis. Tapi, Lance memenangi semuanya! Bagaimana ia melakukannya?

Dengan akal yang melebihi materi, dengan kemauan yang luar biasa, dengan program latihan fisik yang serba lengkap, dengan mendapatkan pengetahuan lengkap tentang tubuh serta kebutuhan diet dan psikologisnya. Dalam melakukannya ia membangun salah satu sistem imun yang paling fenomenal yang pernah dikenal dunia. Dalam mencoa menjelaskan mengapa Amstrong begitu dominan, Herald Tribune pernah menulis:

Kombinasi kecepatan dan kekuatan mungkin cukup untuk memenangkan Tour de France, seperti yang pernah dibuktikan satu kali oleh banyak atlet. Untuk membuktikannya 4 kali, seorang atlet perlu menambah fokus, konsistensi, dedikasi.. dan kesehatan. Dari semua ini mungkin yang terpenting adalah dedikasi. Ketika ditanya kapan ia akan mulai mempersiapkan musim tanding berikutnya (setelah baru saja memenangkan Tour de France), Amstrong menjawab, ‘Saya sudah memulainya.’

Sikap Lance terhadap kegagalan atau kekalahan adalah belajar darinya kemudian maju ke depan. Direktur olahraga Amstrong, Johan Bruynell, senang menceritakan kisah latihan sepeda Lance di Joux Plan, sebuah tanjakan Alpen tempat Amstrong gagal dalam perjalanannya menuju kemenangan total pada tahun 2000, satu-satunya hari buruk dari 6 Tour de France terakhir. Meskipun Joux Plan tidak termasuk dalam jadwal untuk tahun 2002, Amstrong berlatih di sana pada musim semi, berlatih menaklukkan penakluknya. Ia mengayuh untuk mendaki, memutar di puncaknya, meluncur turun untuk mendakinya kembali. Hari itu ia menghaiskna 8 jam bersepeda, dan mengalami keletihan yang luar biasa. Beberapa hari kemudian, Amstrong memenangi etape Joux Plan dalam lomba Dauphine Libere!

Bukanlah kebetulan bahwa Lance tidak pernah berminat istirahat-ia selalu mengusahakan perbaikan. Ia menggunakan olah raga Michael Schumacher sebagai sebuah metafora: “Kami menggunakan pendekatan Formula Satu. Tim-tim Formula Satu selalu melakukan tes. Mengetes rem, mengetes ban, mengetes mesin, selalu mencoba memperbaiki. Kami juga begitu.”

Seluruh sikap Lance dapat diringkas kenyataan bahwa ketika pertama kalinya diberitahu tentang kanker seriusnya, meskipun memiliki probabilitas hidup yang sangat kecil, ia memutuskan memeri label dirinya, bukan sebagai korban kanker, tetapi sebagai “ORANG YANG SELAMAT DARI KANKER“.

Dengan menggunakan kekuatan mentalnya yang sungguh luar biasa, ia mengesampingkan monster itu selama 8 tahun dan mencapai puncak fisik, yang di dalam konteks riwayat kesehatannya, merupakan keajaiban.

Disadur dan edit dari Mind Map (R)