Walt Disney lahir pada 5 Desember 1901 di Chicago. Saudara Walt ada lima orang, empat laki-laki dan satu perempuan dari pasangan Elias Disney dan Flora Call. Setelah kelahiran Walt, keluarga itu pindah ke Marceline Missouri, dan masa kecil Walt dihabiskan di tempat tersebut.

Sejak masa kecilnya, minat Walt terhadap seni sangat tinggi dan menonjol. Bahkan ia sering menjual lukisan kepada para tetanggganya.

Walt kecil terus mengejar cita-cita dan karier seninta, ia tekun mempelajari seni dan fotografi di McKinley High School, Chicago.

Pada 1918, Walt sempat mendaftarkan diri untuk masuk dinas militer namun ditolak karena usianya kurang, waktu itu dia berusia 16 tahun. Sebagai gantinya, dia bergabung dengan dinas Palang Merah dan dikirim ke Perancis. Hampir setahun dia bertugas sebagai pengemudi mobil ambulans.

Sepulang dari Perancis, Walt mulai kembali meniti karier di bidang seni komersial dengan mendirikan perusahaan kecil bernama Laugh-O-Grams yang akhirnya bangkrut. Hanya berbekal sebuah koper dan uang 25 dolar, Walt berangkat ke Hollywood untuk memulai sesuatu yang baru.

Reputasinya mulai diakui ketika Walt sukses dengan “Alice Comedies”. Pada 13 Juli 1925, Walt menikahi salah satu pekerjanya bernama Lilian Bounds di Lewiston, Idaho. Mereka dikarunai dua anak perempuan, Diane dan Sharon.

Tahun 1932, film kartun berwarnanya yang pertama “Flowers dan Trees” memenangkan Academy Awards. Pada 21 Desember 1937, film musikal animasinya yang legendaris “Snow white and the Seven Dwarfs” diputar di Cathay Theatre, Los Angeles. Lima tahun sesudah itu, Walt memproduksi beberapa film animasi klasik yang legendaris juga, seperti Pinocchio, Fantasia, Dumbo, dan Bambi.

Mimpi besar Walt tentang sebuah taman bermain yang bersih dan terorganisir akhirnya menjadi kenyataan pada 1955. Istrinya, saat akan memberikan speech (kata sambutan) di acara peresmian Disneyland. Karena, saat Disneyland selesai dibangun, justru Walt Disney sendiri telah meninggal dunia. Ketika Nyonya Disney tengah memberikan kata sambutannya, salah seorang tamu undangan berkata keras,” Nyonya, saya sesungguhnya mengharapkan Tuan Disney bisa menyaksikan semuanya ini!” Namun jawaban Nyonya Disney sungguh mencengangkan semua orang,”Itu betul! Dia memang sudah menyaksikannya!” Memang demikian adanya. Disney sendiri sudah lebih dulu “melihat” Disneyland itu lewat mimpi dahsyatnya bahkan jauh seelum tempat itu selesai dibangun, dan inilah yang disebut sebagai visi besar.

Pendeknya, Walt yang berani mempunyai mimpi besar, dan mampu “melihat” mimpi itu jauh ke depan – sungguh seorang legenda, yang semua barangkat dari keberanian untuk berimajinasi, optimis, kreatif. Walt seorang yang mampu membawa manusia untuk “mendekati” masa depan.

PRINSIP DASARNYA ADALAH:

Your mind is not here and now-but in there and then!

Jadi, ayo mulai kita ciptakan mimpi besar kita, yang bahkan akan dianggap “mustahil” bagi kebanyak orang.

“Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that set sail with no destination.” Fitzhugh Dodson.