Saat ini, saya sedang menantikan kelahiran putri pertama (sesuai hasil USG). Menjadikan masa-masa mendebarkan antara senang dan bingung. Mulai banyak membaca dan menambah pengetahuan tentang bayi dan balita. Biar makin ingat, maka saya tulis dan bagi-bagi disini, semoga bisa bermanfaat.

Membantu anak mengelola emosinya – terutama rasa frustasinya.

Masa balita menandai saat anak mengambil langkah besar dalam perkembangan emosinya. Ketika bayi, emosi anak berdasar pada unsur-unsur fisik, misalnya lapar, lelah, panas, atau dingin, dan perasaan-perasaan menguasai dirinya. Tetapi sebagai balita, dunia emosinya akan berkembang, melibatkan kegembiraan, takut, bangga, malu, bersalah – emosi yang lebih kompleks disebabkan oleh tumbuhnya kesadaran akan dirinya sendiri dan situasi sosial. Keterampilan emosi bisa dipelajari. Berbagai kajian menunjukkan anak-anak berusia 14 (empat belas) bulan pun bisa mengenali bahkan mengantisipasi suasana hati (dirinya dan pengsuhnya), merasakan empati, dan begitu mereka bisa bicara, mereka membicarakan perasaan mereka. Kita juga tahu amukan anak bisa dihindari, dan jika tidak bisa ditangani pada waktunya, setidaknya amukan anak bisa dikelola. Tetapi pengelolaan suasana hati jauh lebih penting daripada sekedar menghindari amukan anak. Anak-anak yang belajar mengelola emosinya yang tinggi, akan makan dan tidur dengan lebih baik daripada anak-anak yang tidak mengelola emosinya; mereka lebih mudah mempelajari keterampilan baru dan lebih sedikit mengalami masalah sosialisasi. Sebaliknya, anak-anak yang tidak memiliki kendali emosi seringkali mereka yang dihindari oleh orang dewasa maupun anak-anak lain.

Mari belajar untuk “mendengarkan” bahasa verbal dan non-verbal anak-anak kita. Meskipun balita lebih mudah dipahami daripada bayi yang baru lahir, tetapi kemampuan berkomunikasi mereka berbeda-beda. Kita harus melatih kesabaran dan menahan diri ketika anak kita berusaha mengatakan sesuatu kepada kita, dan pada saat yang sama, kita perlu tahu kapan harus turun tangan dan menawarkan bantuan.

taken from: ‘mendidik dan mengasuh anak BALITA anda‘ – Tracy Hogg